SpongeBob SquarePants
Zobotrick

Blog anak Wonosobo

They Never Know How Much I'm Suffering

They Never Know How Much I'm Suffering

Aku menulis ini bukannya aku ingin curhat atau bahkan mengeluh. Hanya saja pikiranku saat ini terasa sesak sekali. Ingin rasanya kutuangkan semuanya ke dalam tulisan. Aku merasa hampa dan kosong, rasanya apa yang kuinginkan semuanya lenyap dari kehidupanku. Aku menderita trauma berkepanjangan, hingga akhirnya aku membenci manusia. Aku hanya mengurung diriku di kamarku, mencari hiburan sendiri yang kuinginkan. Karena tak ada manusia lain yang dapat membuatku tersenyum kembali. Sudah tak terhitung berapa banyak penderitaan yang kualami, tak ada satupun yang mengerti diriku. Berapa kali sudah kucoba untuk mengakhiri hidupku, tapi semua itu gagal. Mungkinkah Tuhan masih ingin aku hidup lebih lama? Ataukah Tuhan ingin aku menderita lebih lama lagi?

Aku hidup tanpa tahu apa itu kasih sayang. Mungkin orang tuaku menyayangiku, tapi aku tak dapat merasakan kasih sayang mereka. Saudaraku? Ketika kami bertengkar, aku adalah orang yang paling menderita karena aku harus merasakan bagaimana rasanya kekerasan itu. Aku lemah, aku tak bisa melawannya dengan tenagaku yang lemah ini. Aku tak dapat merasakan kasih sayang dari saudara-saudaraku. Sepupuku yang dulu berteman akrab denganku, kini menjauhiku karena aku sudah menjadi makhluk penyediri yang aneh. Dia pasti tidak ingin berteman denganku lagi, karena aku ini tidak seperti teman-teman menyenangkan yang ia temui di lingkungan pergaulannya. Nenekku? Ia selalu merawatku, ketika aku mogok makan, dialah yang memaksaku untuk makan. Ketika aku butuh sesuatu, dia berusaha untuk memenuhinya. Kasih sayang? Ataukah hanya belas kasihan? Atau mungkin memang benar kata orang-orang, aku tak lagi memiliki hati ataupun perasaan.

Aku tak pernah memiliki sahabat sejati. Orang-orang hanya datang dan pergi. Ketika mereka melihat kekuranganku, mereka tak lagi membutuhkanku. Mereka membuangku seperti sampah. Iya, aku memanglah sampah. Dan lebih buruk lagi, mereka berbuat kasar padaku atau mencemoohku di depan maupun di belakangku. Hal-hal seperti itu rasanya sudah menjadi sebuah kebiasaan yang harus aku terima setiap kali aku harus beriteraksi dengan manusia lain. Aku sudah lupa bagaimana rasanya bersenang-senang dengan teman. Ataukah mungkin aku tak pernah merasakannya?

Suatu hari, ada seorang “pangeran” yang datang menolongku. Ia sangat baik dan ramah kepadaku. Ia berbeda dengan manusia lain, ia memiliki hati yang tulus. Ia mendekapku dalam pelukan hangatnya, ketika aku sedang bersedih. Ia mencoba menghiburku dengan segala macam cara agar aku tersenyum. Suatu hari ia menghilang dari kehidupanku, tanpa meninggalkan jejak. Ketika ia menghilang, aku baru sadar bahwa aku mencintainya. Aku terus mencarinya, namun aku tak dapat menemukannya. Suatu hari, ia kembali lagi ke kehidupanku. namun sang “pangeran” sudah menemukan “tuan putrinya”. Ia juga tak lagi mengingatku, semua kenangan kami sudah hilang dari ingatannya. Ia kembali meninggalkanku, dengan diriku yang terluka karenanya. Bad End-

Ketika aku sudah mulai melupakan “pangeran” itu, aku bertemu kembali dengan seseorang. Ia datang saat aku mengira diriku akan kembali kesepian. Ia menyembuhkan luka yang sudah sejak lama aku alami. Ia menggenggam tanganku dan membagi kehangatannya, saat tidak ada orang lain yang sudi menyentuh tanganku. Ia tersenyum padaku tiap kali kami bertemu, seolah ia juga menantikan pertemuan itu. Waktu-waktu bersamanya sungguh berharga bagiku. Namun tanpa kusadari, semakin lama semakin terasa jarak di antara kami. Dan jarak itulah yang membuat perasaanku semakin tumbuh. Awalnya, aku mengira aku hanya ingin bersahabat dengannya. Namun perasaan ini, ini lebih dari kasih sayang seorang sahabat. Perlahan kusadari, aku mencintainya setulus hati. Aku ingin selalu bersamanya, menghabiskan waktu-waktu yang menyenangkan bersamanya. Meski kami terpisah, aku selalu berusaha untuk menghubunginya, aku tak ingin komunikasi kami terputus. Aku selalu ada untuknya saat ia membutuhkanku. Dan aku selalu datang padanya saat aku sedang bahagia maupun berduka. Aku selalu menceritakan banyak hal tentang diriku padanya. Aku selalu berusaha untuk membuatnya bahagia semampu diriku. Tidak masalah jika ia tidak membalas perasaanku, asalkan ia menganggapku sebagai sahabat baiknya, itu sudah lebih dari cukup bagiku. Aku ingin selalu bersamanya, dan menghabiskan waktu bersamanya. Karena dengan bersama dirinya, aku merasa begitu nyaman.

Namun apa yang aku dapat dari semua pengorbananku itu? Luka baru, air mata, derita, dan kesepian. Ia tak pernah membalas perasaanku, sedikitpun. Ia selalu menyakitiku, meski terkadang ia tak menyadarinya. Aku terluka karena ia tak melihatku saat aku rela tampil di depan ratusan orang dan menanggung semua rasa maluku untuk dirinya. Aku menangis berhari-hari di dalam kamarku dan menderita karena depresi, ia tak pernah tahu hal itu. Sudah tak terhitung berapa banyak air mata yang kuteteskan untuknya, ia tak pernah mengetahuinya. Meski seringkali ia ada untukku, namun aku tetap merasa kesepian. Seolah saat kami bersama, hanya aku yang menikmati kebersamaan itu. Ia lebih terlihat bahagia saat bersama orang lain. karena mungkin baginya aku hanyalah sampah, pengganggu, orang aneh. Aku terluka saat aku tahu ia mencintai orang lain. Namun ia tak pernah tahu semua itu. Tak peduli seberapa banyak penderitaan yang kualami, ia tak pernah mengetahuinya. Karena keberadaanku di sampingnya, tak pernah ada artinya. Tak peduli berapa banyak yang hal telah kulakukan dan kukorbankan untuknya. Hingga akhirnya kami berpisah, dan tak pernah bertemu lagi. Bad End-

Aku sudah menghilangkan perasaanku, bahkan hatiku. Hingga akhirnya aku tak dapat lagi merasakan apapun. Aku tak lagi percaya pada cinta atau manusia. Karena pada akhirnya, perasaanku ini tak pernah terbalas. Tak ada manusia yang sudi membalas perasaan seorang gadis buruk rupa dan aneh, yang terbuang dari kumpulan manusia sepertiku. Pada akhirnya, semua orang yang aku anggap spesial, ternyata sama saja seperti manusia lain. Hanya datang dan pergi, namun tak pernah kembali. Tak heran aku jadi membenci manusia. Aku mungkin tak dapat lagi merasakan cinta dan kasih sayang. Mungkin zat kimia pembentuk rasa cinta di otakku sudah habis kugunakan. Aku sudah tak memerlukannya lagi. Selama aku mencintai, yang bisa kurasakan hanya rasa sakit. Inikah cinta? Kesannya beda seperti di film-film dan buku-buku romantis, yang menggambarkan cinta itu indah dan berkilauan. Namun cinta yang kurasakan, begitu gelap, suram dan menyakitkan. Mungkin, akan lebih baik jika aku tak bisa merasakannya lagi.

Aku tidak peduli dengan semua nasehat yang orang lain berikan padaku. Aku sudah menutup hatiku rapat-rapat. Aku tak lagi mempunyai apa yang manusia sebut dengan perasaan. Yang bisa kurasakan hanya ruang yang hampa dan kosong. Hidupku kosong, hampa. Semua yang kulakukan tak ada artinya. Pada akhirnya, orang-orang hanya akan menjauhiku. Aku, keberadaanku tak pernah dianggap. Tak peduli berapa banyak kebaikan yang kulakukan. Aku lebih memilih menutup diriku dan menjauh dari manusia. Hidup itu sungguh menyakitkan. Manusia sungguh menakutkan. Yang mereka lakukan hanyalah menyakiti manusia lain, dan meninggalkannya ketika ia sudah tak berdaya. Aku menutup diri, menjauh dari pergaulan manusia. Dan aku kini hanya duduk terdiam di ruanganku sambil menunggu datangnya kematianku. Mungkinkah aku akan mati sebagai sampah yang tidak berguna?

Review Film No Longer Heroine (Heroine Shikkaku) Sop iler Alert!!!



Hello minna-san! Aku mau ngereview film yang belum lama ini aku tonton. Judulnya No Longer Heroine (Heroine Shikakku). Film ini diadaptasi dari manga shoujo. Si pemeran utamanya adalah Matsuzaki Hatori (Mirei Kiritani) yang dengan PD-nya “berkoar-koar” bahwa dia yang akan menjadi heroine (pasangan) dari Terasaka Rita (Yamazaki Kento), sahabatnya sejak kecil. Ia percaya bahwa Rita akan menjadi Hero-nya. Seperti film-film shoujo pada umumnya, si cewek atau Heroine kebanyakan jatuh cinta duluan. Begitu juga Hatori dalam film ini. Dan biasanya Hero akan menyadari “kebenaran cinta”-sang Heroine. Namun teori film ini berbeda dari film shoujo lain.
                Rita digambarkan sebagai cowok yang cool dan cuek, apalagi yang mainin karakter ini adalah mas Yamaken >.< wuih~ Dia juga hobi foto-foto, entah foto pemandangan, fotonya Hatori, atau foto ahsudahlah :v Meskipun Hatori percaya bahwa dia adalah Heroine-nya Rita, tetapi ternyata kenyataan berkata lain. Saat Adachi, karakter cewek yang agak gendut :v , cupu, dan pokoknya gak ada yang menarik dari dia kalo dilihat dari luar, dibully oleh dua orang pembuat onar dan Rita membelanya, Rita malah menjadi lebih dekat dengan Adachi. Walaupun sebenernya yang ngusir dua pembully itu, si pak tua super. Apalagi waktu Rita mau dihajar sama dua orang pembuat onar yang ngebully Adachi, ternyata si Adachi yang cupu bisa berubah jadi manusia super :v demi nolongin Rita. Dan taraaa~ mereka pun jadian, njir cepet amat ya -_- *poor Hatori yang kena friendzone mulu... Hatori semakin dicuekin oleh Rita, dan ia juga jadi semakin jauh dari Rita.
So sweet XD

Super sekali pak tua!

                Lalu, datanglah seorang ikkemen (cowok super ganteng), Hiromitsu Kousuke (Sakaguchi Kentaro) yang awalnya cuma manas-manasin Rita doang. Dia ngajak Hatori buat double date sama Rita & Adachi. Dan di situlah Rita menunjukkan kecemburuannya sama Kousuke & Hatori. Ya elah bang Rita, kalo suka tinggal bilang aja kek~ Namun semakin berjalannya waktu, Kousuke jadi suka beneran sama Hatori. Tapi, Hatori masih aja ngotot ngejar-ngejar Rita yang nyatanya udah punyanya Adachi. Dan Rita yang sebenernya suka sama Hatori (udah kelihatan dari kecemburuannya sama Hatori & Kousuke), malah jadian sama Adachi dengan alasan suka sama impian Adachi yang pengen jadi seorang jurnalis. Pfft.., sebenernya situ mau nikahin manusia apa impian? :v
Ikkemen <3

Rita yang lagi cemburu, kalo suka bilang dong mas~

                Adegan yang bikin saya masih bingung sekaligus ngakak adalah waktu Hatori mendadak jadi botak. Tapi habis diminta Adachi buat nemenin Rita waktu liburan musim panas, rambutnya numbuh lagi (?) That’s weird man, apa Hatori beneran jadi botak waktu itu? Eh kok malah jadi bahas Hatori botak sih? Wkwkwk....
Jadi botak kayak Saitama XD


                Nah kan Adachi minta Hatori buat nemenin Rita pas liburan musim panas nih. Tapi si pak tua super sama Nakajima (sahabat Hatori) ngasih saran supaya Hatori nggak usah nemuin Rita dulu, rencananya mau bikin "Rencana Jarak" biar si Rita kangen dan penasaran. Eh, tapi ternyata nggak ada respon apapun dari Rita dan Hatori malah jalan sama Kousuke. Waktu ada pesta kembang api, Hatori pun ngajak Rita buat pergi nonton kembang api bareng. Mereka pun jalan bareng berdua lagi, pake Yukata pula. Tapi di tengah jalan malah ketemu Kousuke dan bikin suasana jadi awkward gitu. Tapi setelah menasehati Rita, Kousuke pun pergi dan Hatori berduaan lagi dengan Rita. Rita sempet ngambek karena Hatori nggak nemenin dia waktu liburan musim panas. Hatori pun minta maaf sambil sujud, dan berkata bahwa itu rencana dia supaya bikin Rita kangen dan penasaran tapi malah gagal total. Hatori pun berjanji bahwa dia bakal terus nemenin Rita. Dan waktu kembang api meletus di angkasa, Rita mencium Hatori. ~so sweet
Kousuke dan Hatori, sebenernya cocok juga...

Eaa, kissu-nya sensor ah XD

                Setelah menonton kembang api, mereka makan di restoran dan Hatori pun nembak Rita dan waktu Rita mau jawab malah si Adachi nongol dan ngerusak momen mereka berdua. Rita yang tadinya mau jujur, tapi karena ada Adachi, Rita meminta Hatori untuk memberinya kesempatan untuk dapat menjawabnya besok. Esoknya, rumor Rita dan Hatori mesra di pertunjukan kembang api membuat Adachi menyulut api cemburu di hati Adachi. Yah gimanapun, Adachi waktu itu kan masih jadi pacarnya Rita. Adachi pun ‘ngelabrak’ Hatori.
Cieee...

Di rumah Adachi, Rita nyamperin Adachi. Adachi keliatan marah sama Rita tapi ditahan sambil senyum dan tetep berpikir positif. *duh kasian banget... Sampe waktu Rita ngaku kalo dia nyium Hatori, Rita dilempar gombal(?) :v Dan Adachi pun pura-pura pingsan dan sakit biar Rita nggak ninggalin dia. Dan akhirnya Rita pun menolak Hatori karena kasian dengan Adachi, meskipun sebenernya Rita mencintai Hatori dan dia pun nangis di bawah jembatan. Begitu juga Hatori, dia pun nangis dan hujan tiba-tiba langsung turun. Mungkin biar terasa lebih dramatis~ Tapi, ada Kousuke yang datang menghampirinya dan menghiburnya. Akhirnya Hatori dan Kousuke jadian.
Aktingnya layak dapet oscar nih~

:’)

                Saat wisata sekolah, Hatori dan Kousuke kelihatan mesra. Tapi Rita masih aja curi-curi pandang ke Hatori dengan muka cemburu, meskipun dia lagi gandeng Adachi. Dia sebenernya ingin memberi kejutan ke Kousuke yang lagi ulang tahun, tapi bingung mau ngasih apa. Kousuke pun minta diajak ke taman hiburan naik kincir angin. Di toko souvenir, Hatori ngeliat ada ibunya Rita di kasir. Kebetulan Rita punya masa lalu yang pahit, ditinggalin sama Ibunya. Hatori langsung manggil Rita dan ngajak Rita keluar toko. Dan tanpa sadar dia ngegandeng tangannya Rita padahal ada Adachi di sampingnya.
Ciyee masih ngarep :v

                Waktu mau ngerayain ulang tahun Kousuke, Hatori gak sengaja ketemu Rita di lift. Dan sepertinya pertemuan mereka awkward banget. Waktu keluar lift, mereka ngeliat pemandangan yang sama, pemandangan langit sore yang sering mereka lihat waktu mereka masih suka pulang bareng, masih sahabatan dulu. Waktu Hatori pergi, Rita ngeliat-liat foto Hatori di hpnya. Sepertinya di hpnya gak ada fotonya Adachi, Hatori semua :v
Pemandangan langit sore yang sering mereka lihat

Rita yang lagi ngeliatin foto-foto Hatori XD

Rita nyamperin Adachi di kamarnya. Dan Adachi keliatan kayak orang depresi gitu, ngomong sama cermin. Dan Adachi pun ngaku kalo dia Cuma pura-pura sakit biar Rita nggak ninggalin dia. Waktu Hatori naik Kincir Angin sama Kousuke dia keliatan sedih sambil ngelamun. Kousuke pun nanyain Hatori tentang keraguan di hati Hatori. Rita ngaku sama Adachi kalau dia mencintai Hatori. Begitu pula Hatori yang ngaku sama Kousuke kalo dia mencintai Rita, walaupun Hatori menyukai Kousuke yang sudah menolongnya meski Rita selalu mendorongnya ke lubang yang dalam (ini gak jorok ya :v). Karena keduanya sudah sama-sama ngaku, Hatori pun langsung keluar mencari Rita begitu juga dengan Rita yang langsung keluar mencari Hatori. Mereka berdua pun bertemu di halaman yang ada banyak lampionnya, yang menambah suasana romantis. Dan akhirnya mereka pun bisa jadian. Yee~


Happy Ending J

Sebelumnya aku habis nonton film shoujo yang mengharu biru, nonton Heroine Shikkaku ini jadi terasa agak aneh awalnya. Tapi aku sadar kalau ini adalah film yang berbau komedi, maka aku pun jadi terbiasa. Akting Mirei Kiritani sebagai Hatori menurut aku bagus di sini, memerankan karakter Hatori yang kayak orang gila gitu. Kalau Yamaken mah, udah biasa memerankan karakter cowok cool berwajah datar. Dan Sakaguchi Kentaro, aih~ menurutku dia totally ganteng dan mirip artis korea. Sayangnya Hatori akhirnya lebih memilih Rita daripada Kousuke. Sebenernya Hatori juga cocok sama Kousuke, tapi semuanya kan terserah si pembuat, Rita sama Hatori juga gak masalah sih yang penting mah Happy Ending.
Soal karakter Adachi, aku bingung harus benci atau kasihan sama dia. Dia terlihat nyebelin saat berkata seolah Rita cuma buat dia seorang, manas-manasin Hatori dengan ngomong kalo dia adalah pacarnya Rita. Eh masih jadi pacar ya, bukan istri -_- Dan parahnya lagi dia sampe boongin Rita supaya nggak mutusin dia dan balik lagi ke pelukannya saat Rita hampir berpaling ke Hatori. Tapi kasian juga soalnya karakter Hatori ini agak mirip saya juga. Cupu, korban bully, pengen jadi jurnalis, dan mencintai orang yang gak mencintai dia padahal dia udah berbuat apapun demi orang itu *eh kok malah curhat ya? #abaikan Adachi memang terlihat nyebelin, karena dia memang benar-benar mencintai Rita dan gak mau Rita pergi. Meskipun dia tau bahwa pada kenyataannya, Rita tidak mencintainya dan Rita sebenarnya mencintai Hatori tapi gengsi, ia tetap mencintai Rita apa adanya. Jujur, menurutku Adachi ini sabar banget orangnya. Tapi manusia tetaplah manusia, siapa yang tahan pacaran sama orang yang nggak mencintai kita dan ternyata malah mencintai orang lain? Walaupun Rita udah jadi milik Adachi, tapi si Rita masih aja curi-curi pandang ke Hatori, cemburu sama Hatori bahkan nyium Hatori. Dan akhirnya Adachi capek, ngaku dan putus sama Rita, yee~ Happy Ending...
Overall, film ini bagus, terutama buat kalian yang suka genre shoujo seperti ini. Ceritanya ringan, menghibur dan cocok lah buat kalian yang butuh hiburan di waktu senggang untuk melepas penat karena kesibukan. Saya bukan orang yang pandai dalam mengkritik film, jadi saya rasa cukup sekian reviewnya maaf bila ada kesalahan. Silakan beri tanggapan kalian tentang film ini juga di komen bawah. Yosh, bye minna! Arigatou Gozaimasu
               

                
Mengingatmu

Mengingatmu

Udara dingin pagi berhembus
Datang dengan seribu gelisah
Langkah kaki terasa berat
Masih terbawa beban masa lalu
Rasa takut akan dibenci
Membuat bungkam jadi pilihan
Berdiri sendiri terpaku
Melihat gerbang perak
Dengan lalu lalang manusia
Sejak kemarin hanya sendiri
Di tengah keramaian orang
Tak ada yang menemani
Manusia yang tak punya nyali
Lagi-lagi karena masa lalunya
Tak peduli seribu alasan dibaliknya
Karena takkan pernah ada
Yang tau atau yang ingin tau
Lamunanku tergugah
Oleh seberkas sinar harapan
Kau datang membawa kehangatan
Walau udara terasa dingin
Kau lemparkan senyum
Kau ulurkan tanganmu
Rasa sedih dan gelisah
Hilang dalam sekejap
Hari itu takkan pernah terlupa
Pertama kali ku bertemu denganmu
Yang datang bawa harapan baru
Buatku lupa akan masa lalu
Hapuskan luka

Yang buatku menderita 
Sampah Dunia

Sampah Dunia

Sedari dulu aku tak tau
Apa arti semua ini
Apa artinya sebuah pertemuan
Yang kuingat hanya
Senyuman itu
Pertama kali kau pandang aku
Pertama kali bahagia datang
Setelah sekian lama
Tapi kau torehkan luka
Setelah kau sembuhkan
Kau tinggalkan aku
Dengan rasa sakit
Karena aku tak pernah jujur
Padamu atau siapapun
Aku hanyalah sampah dunia
Yang tak dipedulikan siapapun
Yang tak pernah dianggap
Apa artinya seonggok sampah
Yang menginginkan permata
Bahkan manusia normal
Akan muntah melihat isi kepalaku
Mengetahui sebagaimana benarnya
Mereka kan menjinjingku
Dan melemparku
Ke tempat sampah
Tempat dimana seharusnya
Orang-orang sepertiku berada
Aku berbeda
Dan aku tak bisa melawannya
Dunia tetaplah pada
Pandangannya yang kotak
Dan mereka kan memusnahkan
Perbedaan
Yang mereka anggap kotor
Kau tau betapa
Menderitanya hidup di dunia
Yang penuh kekangan ini
Yang bisa kulakukan
Hanya mengagumimu
Dari balik tirai
Dengan leher tercekik
Oleh eratnya tali kekang
Karena mengungkapkan perasaan
Hanya akan menjadi neraka
Tak dapat berbuat apa-apa
Mulut diam seribu bahasa
Tak bisa berkata-kata
Terkunci oleh aturan
Dunialah yang berkuasa
Padahal aku tak bisa meminta
Jadi siapa atau seperti apa
Saat aku tercipta
Bukan salahmu jika kau akhirnya
Pergi bersamanya
Meninggalkanku dengan luka

Dan hati yang patah
Flashback

Flashback

Tetes demi tetes
Air mulai berjatuhan
Dari langit menuju bumi
Langit terlihat gelap
Namun masih menampakkan cahaya
Udara dingin menyeruak
Menimpa kulitku
Memenuhi saluran pernafasanku
Ingatanku kembali teresonansi
Seakan aku melakukan
Perjalanan waktu
Masih teringat jelas
Di dalam otak
Pertama kali mata kita bertemu
Pertama kali kau genggam tanganku
Pertama kali kau panggil namaku
Pertama kali kau lempar senyumanmu
Pertama kali kita saling bergurau
Tak terasa olehku
Waktu telah mengambil semuanya
Jarak telah mengakhirinya
Yang kuinginkan bukan hanya
Kenangan masa lalu belaka
Tapi aku ingin bersama
Denganmu wahai gerangan
Merajut kehidupan bersama
Hingga maut memisahkan kita
Sampai kapan aku terus meneteskan
Air mata kehilangan
Kehilangan dirimu
Yang dulu pernah singgah
Mengisi kehidupanku dengan warnanya
Sampai kapan aku terus menderita
Oleh cinta yang tak terbalas
Ku tahu kau telah bersamanya
Dan itu membuatku terluka
Kau tau betapa sedihnya
Betapa hebat derita
Yang harus kualami
Karena terus menahan
Perasaan cinta ini
Demi menjaga hatimu dan hatinya
Aku selalu iri padanya
Yang bisa membahagiakan
Dirimu sepenuhnya
Berbicara dan luangkan waktu
Untukmu sepenuhnya
Apa aku harus menjadi orang lain
Agar kau mau melihatku
Apa aku harus menghilang

Agar kau sadar bahwa aku ada
Balada Pemimpi (The Ballad of a Dreamer)

Balada Pemimpi (The Ballad of a Dreamer)

Masih teringat selalu
Masih terbayang di otakku
Sangat jelas
Terlihat di ruang gelap itu
Jelas nampak kecemasan
Di raut wajahnya
Ia datang dengan harapan
Yang diberi oleh seseorang
“Kamu bisa!”
“Aku akan mendukungmu!”
Itu yang ia katakan padanya
Ia nampak begitu takut
Melawan ketakutannya
Namun ia terlanjur yakin
Harapan yang ia bawa
Dari orang itu
Kelak kan membawanya menuju
Kehidupan baru yang lebih baik
Ia percaya keajaiban
Akan datang padanya
Dan ia tak lagi menjadi
Anak pendiam yang terbuang
Tak lagi menyendiri di sudut ruang
Tak lagi berkunci mulut
Tak lagi menjalani hari yang maya
Kecemasan dan ketakutan
Terselimut rasa bahagia
Ia begitu menyayangi orang itu
Mungkin nanti ia kan berterima kasih
Kepada orang itu
Karena telah memberinya harapan
Detik berganti menit
Menit berganti jam
Jam berganti hari
Ia berjuang keras demi orang itu
Terus berjuang dan berusaha
Ia juga ingin memperjuangkan
Impiannya walau itu mustahil
Harapan yang diberikan olehnya
Telah melekat kuat di hati
Saat pembuktian pun tiba
Aku berdiri di kejauhan
Ku lihat dirinya begitu gugup
Hanya demi sebuah harapan
Menghadapi ratusan pasang mata
Yang mungkin akan memujinya
Menyemangatinya
Meneriakinya
Atau bahkan menghinanya
Aku tersenyum memandanginya
Begitu besar ia menaruh harapan
Ia seperti tak peduli dengan
Ratusan mata yang memandang
Yang ia cari hanya satu mata
Mata orang itu
Pemberi harapan
Yang berjanji kan menyokongnya
Mendukungnya
Ia melihat sekeliling
Orang yang ia cari
Ia nantikan
Ternyata ia tak datang
Di saat ia membutuhkannya
Untuk mendukungnya
Seperti janjinya hari lalu
Aku mulai cemas padanya
Apa yang akan terjadi padanya
Aku tahu
Orang itu tak datang
Karena ia memang hanya seorang
Pemberi harapan
Bukan pewujud harapan
Ia juga lebih memilih
Mengurus urusannya sendiri
Ketimbang melihatnya
Melihat anak pendiam yang polos
Yang pertunjukannya hancur
Yang terlalu tinggi menaruh harapan
Terlalu percaya diri
Terlalu berambisi
Selesai menunjukkan semuanya
Ia terduduk lemas di sudut ruang
Ia terlihat buruk sekali
Ia selalu menatap ke bawah
Tak peduli orang bertanya
Apa yang terjadi dengannya
Aku duduk di sampingnya
Ku lihat ia masih terduduk
Kesedihan terpancar di wajahnya
Ia memegangi kepalanya
Ia ingin menangis tapi tak bisa
Ia tak peduli dengan apapun lagi
Ia pun pergi dengan putus asa
Ia mengurung dirinya
Berhari-hari ia teteskan air mata
Ia merasa harapannya telah musnah
Tak ada gunanya
Mengharap apapun lagi
Ia membenci dirinya sendiri
Karena ia tak bisa
Membenci orang itu
Si pemberi harapan yang juga
Memusnahkan harapannya
Ia berusaha memaafkannya
Meski ia selalu terluka karenanya
Karena ia menyanyanginya
Hati kecilnya yang tulus itu
Rupanya mengerti akan hadirnya cinta
Kasih sayangnya telah membutakannya
Ingin aku membantunya
Tapi tak ada yang bisa kulakukan
Semua itu hanya sia-sia
Takkan merubah keadaan
Aku hanya bisa
Memandangi kesedihannya
Di sampingnya

Dan bersedih bersamanya
Sajak Kesendirian

Sajak Kesendirian

Aku terus berjalan dan berjalan
Menapaki jalan kehidupan
Aku selalu sendirian
Hidup dalam cacian
Namun aku hanya duduk terpaku
Menatap langit kelabu
Berharap kan ada hari baru
Dan ia kan menemaniku
Duduk terdiam di sudut ruangan
Menghitung hari jadi keseharian
Terlalu lelah dalam kesendirian
Bersajak pun mulai enggan
Hari baru datang kemudian
Tak ada lagi cacian
Namun kesepian ini masih ada
Dan kau pun datang
Di kehidupan baruku
Saatku dilamun ragu
Akan datangnya teman hidup
Masih teringat jelas bayangmu
Pada saat kita bertemu
Teringat aku akan hangatnya
Genggaman tanganmu
Namun sayang seribu sayang
Aku tak pernah berfikir ke depan
Yang aku pikirkan hanyalah
Kebahagiaan yang telah kembali
Akan datangnya dirimu
Tatapan mata yang teduh
Begitu menentramkan
Jiwa yang sunyi senyap
Yang dulu selalu mengeluh
Akan derita hidup
Tapi kau buatku lupa
Bahwa pada tiap pertemuan
Akan ada pula perpisahan
Secara teknis memanglah benar
Kau tak pernah pergi
Tetapi jika secara logika
Hati kita sudah terlampau jauh
Seakan ada tembok pemisah
Aku tak bisa menyalahkanmu
Menyalahkan dirinya
Atau bahkan diriku sendiri
Kau buatku merasakan kembali
Dinginnya jiwa yang sepi
Cermin pun enggan melihatku
Karena ia selalu melihat
Orang yang sama
Setiap harinya
Dalam kesunyian ini
Ingin kuguratkan sajak kelabu
Tentang sedihnya hatiku
Di atas putihnya kertas
Aku membuatnya dengan air mata
Air mata kehilangan
Dirimu yang telah bersamanya
Pergi meninggalkan sepi
Denganku yang terluka
Menggenggam semua kenangan itu
Ku harap mesin waktu itu nyata
Dan semua kenangan itu
Tak hanya tertanam di pikiran
Namun akan kudatangi lagi
Dan kuubah hingga semua sejalan

Dengan apa yang kuinginkan