SpongeBob SquarePants
Zobotrick

Blog anak Wonosobo

Kisah Dibalik Lagu-Lagu Taylor Swift


Taylor Swift adalah penyanyi berkebangsaan Amerika Serikat yang lahir pada tanggal 13 Desember 1989. Ia  bertekun dalam genre music pop-coutry, rock-country, dan country. Lagu-lagu Taylor Swift sendiri banyak menyabet penghargaan dan prestasi di dunia musik baik di Amerika atau di negara lain.

Sebagian besar lagu-lagu Taylor Swift sarat dengan pesan-pesan untuk orang tertentu, tentang mimpi-mimpinya, dan sebagian lagi merupakan tentang kehidupan pribadinya. Maka tak heran, jika di setiap lagunya terdapat kisah-kisah singkat dan perasaannya yang mendalam.

1. Lucky You (Unreleased/First Song of Taylor Swift)

Lagu ini adalah lagu ciptaan pertama Taylor Swift. Oleh karena itu, tentu saja lagu ini terkesan anak-anak dan liriknya juga sederhana. Konon lagu ini dibuat untuk menghilangkan rasa sakit hatinya kepada teman-temannya.

Mama named her Lucky on a starlit night//A rabbit foot in her pocket, she dances in spite of//The fact that she's different and yet she's the same//And she says do do do do do do do do do do do do//do do do do do do do do do do do do do do do//Lucky you, lucky you//Do do do do do do do do

2. Tim McGraw (Taylor Swift)

Taylor sangat menyukai Tim McGraw dan merupakan salah satu inspirasinya. Tim McGraw sendiri adalah penyanyi Country berkembangsaan Amerika yang telah senior. Meskipun dilabel "Tim McGraw", tapi lagu ini bukan sepenuhnya tentang Tim McGraw. Lagu ini menceritakan kisah cinta Taylor yang ditinggal begitu saja oleh kekasihnya saat itu. Kekasihnya tahu bahwa Taylor sangat suka lagu-lagu Tim McGraw, jadi Taylor menggunakan nama "Tim McGraw" agar mantannya itu selalu mengingat dirinya setiap kali mendengar nama "Tim McGraw".

But when you think Tim McGraw//I hope you think my favorite song//The one we danced to all night long//The moon like a spotlight on the lake

3. Teardrops On My Guitar (Taylor Swift)

Teardrops On My Guitar berkisah tentang dirinya ketika semasa sekolah, ia pernah menyukai seseorang bernama Drew. Tapi Drew hanya menganggapnya sebagai sahabat.

He's the reason for the teardrops on my guitar//The only thing that keeps me wishing on a wishing star//He's the song in the car I keep singing//Don't know why I do

4. A Place in This World (Taylor Swift)

Lagu ini ditulis Taylor  saat dia berusia 13 tahun. Bisa dibilang saat itu Taylor yang memasuki masa puber sedang mencari jati dirinya.

I'm alone, on my own//And that's all I know//I'll be strong, I'll be wrong//Oh, but life goes on//Oh, I'm just a girl trying to find a place in this world

5. The Outside (Taylor Swift)

The Outside adalah lagu berkisah tentang dirinya menjadi orang yang "terabaikan" oleh teman-temannya ketika berusia 12-13 tahun.

So how can I ever try to be better//Nobody ever lets me in I can still see you, this ain't the best view//On the outside looking inI've been a lot of places//I've never been on the outside

6. Fifteen (Fearless)

Lagu ini bercerita tentang kehidupan sekolah Taylor Swift di usia 15 tahun dan Abigail (sahabat Taylor Swift).

'Cause when you're fifteen and somebody tells you they love you//You're gonna believe them//And when you're fifteen feeling like there's nothing to figure out//Well, count to ten, take it in//This is life before you know who you're gonna be//Fifteen

7. Love Story (Fearless)

Love Story adalah lagu paling romantis (menurut Taylor Swift) yang pernah ia ciptakan. Lagu ini berkisah tentang Romeo-Juliet yang berakhir dengan happy ending. Dalam kenyataannya, lagi-lagi Taylor terinspirasi kisah percintaannya. Ia pernah menjalin hubungan dengan seorang laki-laki yang sebenarnya "kurang baik", tapi Taylor sangat menyukai laki-laki itu. Sehingga meskipun ayahnya kurang menyetujui hubungan mereka, tapi Taylor tetap menyukainya.

Romeo take me somewhere we can be alone//I'll be waiting all there's left to do is run//You'll be the prince and I'll be the princess//It's a love story baby just say yes

8. Hey Stephen (Fearless)

Semasa sekolah Taylor Swift pernah menyukai seseorang di sekolahnya. Tetapi cintanya bertepuk sebelah tangan.

'Cause I can't help it if you look like an angel//Can't help it if I wanna kiss you in the rain so//Come feel this magic I've been feeling since I met you//Can't help it if there's no one else//Mmm, I can't help myself

9. You Belong With Me (Fearless)

Lagu ini berkisah tentang Taylor yang pernah menyukai seseorang di sekolahnya (diyakini orang yang sama pada lagu "Teradrops On My Guitar).

If you could see that I'm the one who understands you//Been here all along, so why can't you see?//You, you belong with me, you belong with me

10. Forever and Always (Fearless)

Lagu ini ditulis Taylor Swift setelah ia putus dengan Joe Jonas. Diyakini lagu ini ditujukan kepada Joe Jonas yang saat itu memutuskan hubungan mereka lewat telepon hanya dalam waktu 27 detik!

And I stare at the phone, he still hasn't called//And then you feel so low you cant feel nothing at all//And you flashback to when he said forever and always

11. The Best Day (Fearless)

Lagu ini mengisahkan tentang kehidupan Taylor Swift dengan keluarganya khususnya dengan ibunya. Lagu ini konon diciptakan tanpa sepengetahuan ibunya sebagai kejutan.

I don't know who I'm gonna talk to now at school//I know I'm laughing on the car ride home with you//Don't know how long it's gonna take to feel okay//But I know I had the best dayWith you today...

12. Change (Fearless)

Judul asli lagu ini ketika diciptakan adalah “Champion Tonight”.

Tonight we standed on our knees//To fight for what we worked for all these years//And the battle was long, it's the fight of our lives//Will we stand up champions tonight?

13. Mine (Speak Now)

Beberapa bulan setelah putus dari John Mayer, Taylor menjalin hubungan dengan bintang Glee yaitu Cory Monteith. Meski hanya berjalan kurang lebih sebulan, tapi hubungan itu menghasilkan sebuah single pembuka album "Speak Now" yaitu "Mine".

Do you remember we were sitting there by the water?//You put your arm around me for the first time//You made a rebel of a careless man's careful daughter//You are the best thing that's ever been mine

14. Back To December (Speak Now)

Lagu ini merupakan lagu permintaan maaf yang ditujukan kepada Taylor Lautner. Di sini Taylor Swift menganggap Taylor Lautner merupakan mantan "terindah". Namun sayang, hubungan mereka harus kandas. Taylor Swift sendiri mengakui bahwa hubungan mereka kandas karena sikap sembrononya.

So this is me swallowing my pride //Standing in front of you saying, "I'm sorry for that night"//And I go back to December all the time//It turns out freedom ain't nothing but missing you//Wishing that I realized what I had when you were mine//I'd go back to December, turn around and make it all right//I go back to December all the time

15. Speak Now (Speak Now)

Lagu ini berkisah tentang pengalaman seorang sahabatnya Taylor Swift. Saat itu, sahabatnya baru putus dan menceritakan kepada Taylor bahwa mantannya akan segera menikah dengan wanita lain. Padahal sahabatnya masih mencintai mantannya itu.

Don’t say "Yes", run away now//I’ll meet you when you’re out of the church at the back door//Don’t wait or say a single vow//You need to hear me out//And they said, "Speak now"

16. Dear John (Speak Now)

Lagu ini ditujukan kepada mantan salah satu mantannya yaitu John Mayer. Taylor Swift dan John Mayer pernah dikabarkan pacaran pada tahun 2009 lalu, tapi sepertinya Taylor Swift merasa dipermainkan oleh John, hingga Taylor menulis lagu ini dan "The Story Of Us" yang juga ditujukan kepada John. Meski begitu, Taylor Swift dalam beberapa wawancara jelas-jelas membantah bahwa lagu ini tentang John Mayer.

Dear John, I see it all now that you're gone
//Don't you think I was too young//To be messed with the girl in the dress//Cried the whole way home, I should've known.

17. Mean (Speak Now)

Lagu Mean ditujukan kepada orang-orang yang pernah mengacuhkan Taylor. Taylor ingin membuktikan kepada mereka, bahwa Taylor tidak jatuh seperti yang mereka bayangkan, justru sebaliknya Taylor menjadi seorang penyanyi Country yang sukses.

Someday I'll be living in a big ol' city//And all you're ever going to be is mean//Someday I'll be big enough so you can't hit me//And all you're ever going to be is mean//Why you gotta be so mean?

18. The Story Of Us (Speak Now)

Yap, The Story of Us merupakan lagu yang ditujukan kepada John Mayer. Lagu ini bercerita ketika Taylor sedang menjalin hubungan dengan John. Dan bagi Taylor hubungan mereka terlihat seperti tragedi.

Now I'm standing alone in a crowded room and we're not speaking//And I'm dying to know is it killing you like it's killing me, yeah?//I don't know what to say, since the twist of fate when it all broke down//And the story of us looks a lot like a tragedy now.

19. Never Grow Up (Speak Now)

Sepertinya Taylor Swift sedang merasa “galau”. Taylor Swift menulis lagu ini di malam sebelum ia dan keluarganya pindah ke apartemennya yang baru. Pesan di lagu ini terasa kental sekali, yaitu Taylor Swift tidak ingin pernah berubah dan tidak ingin lupa dengan keluarganya walaupun ia telah sukses dan berhasil.

Oh, darling, don't you ever grow up, don't you ever grow up//Just stay this little//Oh, darling, don't you ever grow up, don't you ever grow up//It could stay this simple//I won't let nobody hurt you//Won't let no one break your heart//No, no one will desert you//Just try to never grow up, never grow up

20. Enchanted (Speak Now)

Lagu itu merupakan lagu yang paling terdengar ceritanya! Yah, lagu ini ditujukan kepada Adam Young – Owl City. Lagu ini berkisah pertemuan Taylor Swift dengan Adam Young yang membuat Taylor Swift terpesona. Dan tak berapa lagu ini dirilis, Adam Young pun membalas lagu ini. Selain kisah pertemuan Taylor-Adam, faktanya “Enchanted” sendiri awalnya ingin dijadikan Taylor Swift sebagai titel Albumnya yang ketiga di tahun 2010 (Speak Now). Akan tetapi, produsernya mengatakan bahwa album ini harus mempunyai pesan yang kuat sehingga namanya pun berubah menjadi “Speak Now”.

This night is sparkling, don't you let it go//I'm wonder-struck, blushing all the way home//I'll spend forever wondering if you knew//I was enchanted to meet you

21. Better Than Revenge (Speak Now)

Lagu ini ditujukan kepada Camilla Belle, artis  yang merupakan pacar Joe Jonas setelah memutuskan Taylor Swift. Taylor Swift merasa Joe Jonas disabotase oleh Camilla Belle dan akhirnya ia “membalas dendam” dengan mempermalukan Camilla Belle lewat lagu ini. Lagu ini juga menyindir salah satu lagu Joe Jonas yaitu “Much Better”. Sindiran itu diletakkan Taylor Swift di bagian ending lagu ini: Come on show me how much better you are (so much better, yeah). So you deserve some applause 'cause you're somuch better.

She's not a saint//And she's not what you think//She's an actress, whoa//She's better known//For the things that she does//On the mattress, whoa//Soon she's gonna find//Stealing other people's toys//On the playground won't//Make you many friends//She should keep in mind//She should keep in mind//There is nothing I do better than revenge

22. Innocent (Speak Now)

Lagu ini ditujukan kepada tragedi MTV VMA 2009. Saat itu, Taylor Swift sedang menerima penghargaan sebagai kategori “The Best Video Clip-You Belong With Me”. Tapi Kanye West yang saat itu mabuk, justru naik ke atas panggung dan merusak acara bahagia Taylor Swift saat itu. Kanye West menghujat Taylor Swift dan mengatakan bahwa seharusnya penghargaan ini diberikan kepada Beyonce lewat video clipnya “Single Ladies”.

It's alright, just wait and see//Your string of lights is still bright to me//Oh, who you are is not where you've been//You're still an innocent//It's okay, life is a tough crowd//32, and still growin' up now//Who you are is not what you did.//You're still an innocent.

23. Last Kiss (Speak Now)

Last kiss ditujukan kepada Joe Jonas (lagi). Dan sepertinya ini merupakan lagu untuk Joe Jonas yang paling terkenal setelah “Forever & Always” – Fearless. Tak hanya karena isi liriknya, intro awal lagu ini berdurasi 27 detik pas. Tentunya ini adalah waktu di mana Joe Jonas memutuskan Taylor Swift hanya dalam waktu 27 detik. Secret message dalam lagu ini adalah: "Forever and Always"

And I'll go sit on the floor//Wearing your clothes//All that I know is//I don't know how to be something you miss//Never thought we'd have a last kiss//Never imagined we'd end like this//Your name, forever the name on my lips

24. Long Live (Speak Now)

Dipersembahkan Taylor Swift kepada seluruh fansnya yang merupakan salah satu inspirasinya dalam membuat lagu.

Long live the walls we crashed through//All the kingdom lights shined just for me and you//I was screaming long live all the magic we made//And bring on all the pretenders//I'm not afraid//Long live all the mountains we moved//I had the time of my life fighting dragons with you//I was screaming long live that look on your face//And bring on all the pretenders//One day, we will be remembered

25. Ronan (Single)

Lagu ini dibuat pada tahun 2012 lalu. Lagu ini berkisah tentang seorang anak kecil berumur 4 tahun bernama Ronan. Ronan adalah seorang anak yang terkenal dengan kegigihannya berjuang melawan kanker yang mendera tubuhnya, walaupun pada akhirnya ajal tetap menjemputnya. Taylor Swift yang terharu dengan kisah hidup Ronan akhirnya menciptakan lagu untuk Ronan dan uang dari hasil penjualan single “Ronan” disumbangkan untuk anak-anak penderita kanker.

Come on baby with me//We're gonna fly away from here//You were my best four years//I remember the drive home when the blind hope//Turned to crying and screaming, "Why?"//Flowers piled up in the worst way//No one knows what to say about a beautiful boy who died//And it's about to be Halloween//You could be anything you wanted if you were still here

26. State of Grace (Red)

State of Grace kurang lebih berkisah tentang Jake Gyllenhall dan pelajaran yang didapatkan Taylor dari hubungannya dengan Jake.

This is a state of grace//This is a worth while fight//Love is a ruthless game//Unless you play it good and right

27. Red (Red)

Banyak yang mengatakan lagu Red adalah tentang Jake. Tapi jika lebih diperhatikan lagi, lagu ini bukan hanya berkisah tentang Jake. Lagu ini adalah kompilasi perasaan Taylor selama 2 tahun (2010-2012), di mana cinta dan emosi yang bercampur aduk tidak dapat digambarkan dengan warna lain selain "Merah" (Red).

Losing him was blue like I'd never known//Missing him was dark grey all alone//Forgetting him was like trying to know somebody you never met//But loving him was red

28. I Knew You Were Trouble (Red)

Lagu ini diakui Taylor untuk mantannya yang terakhir yaitu Harry Styles. Dan Taylor pernah berpacaran dengan Harry pada awal tahun 2012, namun hubungan mereka sempat kandas di April 2012. Taylor Swift mengaku bahwa ia kesal dengan sikap playboy Harry dan mencurigai Harry menyelingkuhinya. Akhirnya Taylor menulis lagu ini. Hmm... Namun siapa sangka, ketika di akhir tahun ternyata Taylor masih memberikan Harry kesempatan kedua dan berharap Harry bisa berubah. Tapi, harapan hanyalah harapan. Hingga akhirnya, Taylor Swift dengan Harry benar-benar putus pada awal tahun 2013 ini...

I knew you were trouble when you walked in//So shame on me now//I’d Flew me to place I’d never been//’Till you put me down//___Now I’m lying on the cold hard ground

29. All To Well (Red)

Lagu ini menceritakan tentang perjalanan cintanya dengan Jack Gyllenhall. Meskipun Taylor dan Jack telah putus, tapi Taylor masih ingat benar dengan kenangan mereka berdua saat pacaran.

And I know it's long gone//And that magic's not here no more//And I might be okay//But I'm not fine at all.

30. 22 (Red)

Lagu ini berkisah tentang kehidupan Taylor Swift di usia 22 tahun bersama dengan teman-temannya.

I don't know about you//But I'm feeling 22//Everything will be alright//If you keep me next to you//You don't know about me//But I'll bet you want to//Everything will be alright//If we just keep dancing like we're//22

31. I Almost Do (Red)

Lagu ini merupakan balasan untuk Adam Young. Yap, akhirnya setelah 2 tahun menunggu, Adam Young akhirnya mendapatkan balasan dari Taylor. Meski pun begitu, sepertinya dalam lagu ini jawaban Taylor Swift kepada Adam Young masih digantung tapi di akhir lagu Taylor Swift masih berharap jika Adam Young masih memikirkan dirinya.

I bet this time of night you're still up//I bet you're tired from a long hard week//I bet you're sitting in your chair by the window looking out at the city//And I bet sometimes you wonder about me

32. We Are Never Ever Getting Back Together (Red)
Lagu ini ditujukan kepada Jack Gyllenhaal lagi. Menurut Taylor, Jack menyukai lagu-lagu hipster hingga ia membuat lagu ini untuk membuat jack merasa gila dan menyesal telah memutuskan dirinya.

I'm really gonna miss you picking fight//And me, falling for it screaming that I'm right//And you, would hide away and find your peace of mind//With some indie record that's much cooler than mine

33. The Lucky One (Red)

Lagu ini menceritakan tentang seorang artis terkenal tahun 60-an yang pernah terlibat dalam kehidupan keluarga Kennedy yaitu Marilyn Monroe. Orang-orang menyebut Marilyn sebagai "orang yang beruntung", namun orang-orang itu tidak pernah tahu bagaimana susahnya menjadi "orang yang beruntung", karena Taylor telah mengerti bagaimana rasanya menjadi "orang yang beruntung" itu.

And they’ll tell you now, you’re the lucky one//Yeah, they’ll tell you now, you’re the lucky one//But can you tell me now, you’re the lucky one

34. Everything Has Changed (Red)

Isi lagu ini adalah tentang pertemuan pertama Taylor dengan Connor Kennedy. Berawal dengan "hanya ingin tahu", Taylor tak pernah menduga bahwa itu akan berubah menjadi sebuah hal yang spesial.

I just wanna know you better// know you better//know you better now

35. Begin Again (Red)

Taylor Swift menjelaskan bahwa lagu “Begin Again” menggambarkan bagaimana dirinya memulai hidup yang baru setelah sebelumnya meninggalkan kisah cinta yang lama. “Lagu ini adalah tentang saat kalian menjalani hubungan yang buruk dan kalian akhirnya bisa melepasnya dan terus melanjutkan hidup setelah itu dengan segala kerapuhan yang mendera” Jelas Taylor. Namun ada cerita di balik lagu ini adalah pertemuannya dengan Connor Kennedy di sebuah cafe. Yah, setelah kurang lebih 8 bulan Taylor sendiri, akhirnya ia bertemu dengan Connor Kennedy yang membuka kisah percintaanya yang baru.

And I've been spending the last 8 month//Thinking all love ever does is//Break and burn and end//But on a Wednesday in a cafe//I watched it begin again

36. The Moment I Knew (Red Deluxe Edition)

Lagu ini menceritakan kesedihan Taylor saat dia berulang tahun. Yah, saat itu dia berharap Jake akan datang ke pesta ulang tahunnya karena sebelumnya Jake telah berjanji. Namun penantian itu hanya sia-sia, Jake tidak datang dan Taylor merasa sangat sedih. Ia pun mengurung diri di kamar mandi semalaman dan menulis lagu ini.

And the hours pass by//Now I just wanna be alone//But your close friends always seem to know//When there's something really wrong//So they follow me down the hall//And there in the bathroom//I try not to fall apart//And the sinking feeling starts//As I say hopelessly//"He said he'd be here."

Demikian cerita di balik di beberapa lagu  Taylor Swift.. Memang sebagian lagu Taylor Swift adalah tentang patah hati. Tapi justru inilah yang merupakan ciri khas Taylor Swift, ia tak malu menceritakan pengalaman-pengalaman pahit/manisnya lewat lagu. Hmm… Tentunya masih banyak lagi kisah di balik lagu Taylor Swift :). So semoga Taylor semakin kreatif dalam menciptakan lagu-lagunya yah :)

"Songs for me are like a message in a bottle. You send them out to the world and maybe the person who you feel that way about will hear about it someday"-Taylor Swift

Source : Laksamanawang
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Info dengan judul Kisah Dibalik Lagu-Lagu Taylor Swift. Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Zobotrick
Ditulis oleh: Puspita Zulviandari - Friday, July 11, 2014
Comments
0 Comments

Belum ada komentar untuk "Kisah Dibalik Lagu-Lagu Taylor Swift"

Post a Comment